Select Page

Sebelum membahas mengenai asuransi barang lebih jauh, ada baiknya kita pahami dulu mengenai definisi Asuransi barang atau orang biasa mengenalnya sebagai​​ Asuransi pengiriman barang /​​ Asuransi Marine Cargo / Marine Cargo Insurance

 

APA YANG DIMAKSUD ASURANSI PENGANGKUTAN BARANG?

Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian, di mana penanggung mengikat diri terhadap tertanggung dengan memperoleh premi, untuk memberikan kepadanya ganti rugi karena suatu kehilangan, kerusakan, atau tidak mendapat keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dapat diderita karena suatu peristiwa yang tidak pasti

Pertanggungan disini diantaranya meliputi :

  • Bahaya di Laut

  • Bahaya Pengangkutan didarat, Sungai​​ dan Perairan Pedalaman​​ 

 

APA YANG ANDA ASURANSIKAN ?

Cargo. Tentu saja. Apa lagi? Namun mendefinisikan Cargo kedalam bahasa Indonesia tidak begitu mudah karena pengertian​​ cargo pada dasarnya adalah sesuatu yang diangkut dengan menggunakan alat angkut untuk tujuan perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain. Anda dapat menyebutnya sebagai barang atau muatan. Namun sesuatu yang dimaksud tidak termasuk manusia karena manusia​​ yang diangkut disebut penumpang.​​ 

Ternyata dalam asuransi pengangkutan barang bukan hanya barang yang dapat diasuransikan. Anda dapat mengasuransikan biaya tambang (freight), premi asuransi dan​​ imaginary profit​​ atau​​ increased value. Saran saya apabila​​ nilai asuransi Anda termasuk biaya tambang, premi asuransi dan​​ imaginary profit​​ maka masing-masing nilai tersebut sebaiknya ditulis terpisah. Hal ini dilakukan agar memudahkan dalam mengurus klaim asuransi.​​ 

 

PERTANYAAN-PERTANYAAN YANG HARUS SIAP ANDA JAWAB

Saat pertama kali Anda menutup asuransi pengangkutan barang biasanya Anda akan disuguhi pertanyaan-pertanyaan yang lumayan banyak. Sebaiknya Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan lapang dada dan jujur. Anda harus mengungkapkan semua fakta-fakta yang ditanyakan karena ini adalah prosedur standar yang dilakukan perusahaan Asuransi dalam proses​​ Underwriting. Mereka akan menilai seberapa besar risiko, dan dari situlah suku premi akan diterapkan beserta syarat-syarat lainnya. Keterbukaan antara Anda dan perusahaan asuransi akan menjalin rasa saling percaya.​​ 

Di bawah ini pertanyaan standar yang biasa diajukan perusahaan asuransi :

  • Nama dan alamat tertanggung

  • Bisnis Tertanggung

  • Barang yang diasuransikan

  • Jumlah Pertanggungan

  • Jenis Paking

  • Rute perjalanan

  • Nama kapal

  • Tempat singgah (transhipment), jika ada

  • Kondisi/Jaminan Asuransi yang diminta

Dan karena asuransi ini berkaitan dengan perdagangan dan rutinitas pengiriman, maka perusahaan asuransi akan menanyakan:

  • Maximum Limit of Liability per any one shipment​​ (jumlah maksimum pertanggungan​​ 

per pengiriman)

  • Rata-rata jumlah pertanggungan per pengiriman

  • Estimasi​​ turn over​​ per tahun

 

BERLAKUNYA ASURANSI

 

Masa berlaku asuransi akan didasarkan pada penutupan yang terjadi, di mana hak dan kewajiban penanggung dan tertanggung akan timbul pada saat ditutupnya asuransi walaupun polis belum diterbitkan. Penutupan​​ asuransi dalam prakteknya dibuktikan dengan disetujuinya aplikasi atau ditandatanganinya kontrak sementara (cover note) dan dibayarnya premi. Setelah adanya perjanjian kontrak sementara tersebut, maka sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku, penanggung atau perusahaan asuransi wajib menerbitkan polis asuransi, hal ini diatur dalam Pasal 255 KUHD. Atau dalam teknis dilapangan juga bisa dengan kondisi sbb ​​ 

Asuransi ini mulai berlaku sejak saat barang meninggalkan gudang atau tempat​​ penyimpanan yang disebutkan dalam polis sebagai awal dimulainya perjalanan, berlaku terus selama perjalanan yang wajar dan berakhir pada

8.1.1. saat diserah-terimakan di gudang Penerima atau di gudang terakhir lain atau tempat penyimpanan ditempat tujuan​​ yang telah disebutkan,

8.1.2 saat diserah terimakan di gudang atau tempat penyimpanan lain, baik sebelum atau di tempat tujuan yang telah disebutkan, yang dipilih Tertanggung baik digunakan

8.1.2.1 untuk penyimpanan diluar jalur perjalanan yang wajar, atau

8.1.2.2 untuk alokasi atau distribusi, atau

8.1.2 saat berakhirnya waktu 60 hari setelah barang yang diasuransikan selesai dibongkar dari kapal di pelabuhan pembongkaran terakhir, mana yang terlebih dahulu terjadi.

8.2 Jika, setelah dibongkar dari kapal di pelabuhan pembongkaran terakhir, tetapi sebelum berakhirnya asuransi ini, barang diteruskan ke tujuan lain dari yang telah diasuransikan, asuransi ini, dengan tetap tunduk pada ketentuan pengakhiran diatas, tidak akan diperluas selama perjalanan ketempat tujuan lain tersebut.

8.3 Asuransi ini tetap berlaku (dengan tunduk pada ketentuan pengakhiran tersebut diatas dan yang diatur pada Klausul 9 di bawah ini) selama terjadi keterlambatan di luar kontrol Tertanggung, setiap penyimpangan pelayaran, pembongkaran darurat, pengapalan kembali atau pemindahan ke kapal lain dan selama terjadi perubahan pelayaran yang timbul dari kebebasan pengangkut atau pencarter yang diatur dalam kontrak pengangkutan.

9 Jika dalam keadaan diluar kontrol Tertanggung baik kontrak pengangkutan diakhiri disuatu pelabuhan atau tempat lain selain tempat yang telah disebutkan atau pelayaran dihentikan sebelum barang diserah-terimakan sebagaimana diatur pada Klausul 8 diatas, maka asuransi ini juga berakhir kecuali pemberitahuan segera disampaikan kepada Penanggung dan kelanjutan jaminan diminta maka asuransi tetap berlaku, dengan ketentuan premi tambahan jika dikehendaki oleh Penanggung, baik

9.1 sampai barang dijual dan diserah-terimakan di pelabuhan atau tempat tersebut, atau, kecuali secara khusus disetujui lain, sampai berakhirnya jangka waktu 60 hari setelah barang yang diasuransikan tiba di pelabuhan atau tempat tersebut, mana yang terlebih dahulu terjadi, atau

9.2 jika barang diteruskan dalam jangka waktu 60 hari tersebut (atau perpanjangan yang disetujui) ke tempat tujuan yang telah disebutkan atau tempat tujuan lain, sampai berakhir sebagaimana diatur pada Klausul 8 diatas.

10 Bilamana, setelah berlakunya asuransi ini, tujuan dirubah oleh Tertanggung, jaminan tetap berlaku​​ dengan premi dan persyaratan yang ditentukan, dengan ketentuan pemberitahuan segera disampaikan kepada Penanggung .

 

PILIH JAMINAN TERBAIK

Jaminan yang terbaik biasanya identik dengan luasnya jaminan. Namun saya ingin memberitahu Anda bahwa selain jaminan yang luas, jaminan yang terbaik lain adalah yang sesuai dengan kondisi barang Anda. Dalam asuransi pengangkutan barang, jaminan Institute Cargo Clauses A adalah yang paling luas. Tapi jika barang Anda adalah batu bara maka jaminan yang cocok adalah Institute Coal Clause.​​ 

Ada banyak jaminan dalam asuransi pengangkutan barang, seperti Institute Coal Clause, Institute Bulk Oil Clause, Institute Frozen Food Clause dan lain-lain beserta perluasan jaminannya masing-masing. Namun bahasan kita hanya akan membatasi pada jaminan yang dapat digunakan untuk berbagai macam barang, yaitu Institute Cargo Clause (ICC).​​ 

  • Institute Cargo Clauses (Air) 1.1.09

  • Institute Cargo Clauses (A) 1.1.09

  • Institute Cargo Clauses (B) 1.1.09

  • Institute Cargo Clauses (C) 1.1.09

 

  • Institute Cargo Clauses (Air) 1.1.09

 

Memberikan jaminan kerugian atas muatan terhadap segala jenis risiko (all risks) kecuali risiko-risiko yang dikecualikan sebagaimana tertera dalam ICC “Air” Poin Pengecualian pada spesimen Polis, yang menggunakan moda transportasi pesawat terbang

  • Institute Cargo Clauses (A) / ICC (A).​​ 

Jaminan ini yang paling luas. ICC (A) menjamin risiko terhadap segala kerugian dan kerusakan yang disebabkan oleh​​ kejadian yang datang tiba-tiba dari luar selama dalam perjalanan termasuk dalam hal ini pembajakan (piracy).​​ 

Jaminan ini biasa disebut dengan All Risks. Namun All Risks sendiri dibatasi oleh pengecualian-pengecualian yang tercantum dalam ICC . All Risks bukan berarti menjamin semua kerugian. Kerugian yang dijamin dalam kondisi ini adalah​​ kejadian yang sifatnya tiba-tiba dan datang dari luar. Kalau buah-buahan menjadi busuk karena sifat alami barang tersebut tidak termasuk jaminan asuransi. Hal ini berlaku​​ pula untuk jaminan Institute Cargo Clauses (B) &  Institute Cargo Clauses (C)

Pengecualian ICC (A)

  • Dalam hal apapun asuransi ini tidak menjamin :
    1.1. kerugian kerusakan atau biaya yang diakibatkan oleh kesalahan yang disengaja oleh Tertanggung

    1.2. kebocoran yang wajar, berkurangnya berat atau volume yang wajar, atau keausan yang wajar dari obyek yang diasuransikan

    1.3. kerugian kerusakan atau biaya yang disebabkan oleh tidak memadainya atau tidak sesuainya pembungkus atau penyiapan obyek yang diasuransikan (untuk keperluan Klausul 4.3 ini, “pembungkus” dianggap termasuk penyusunan barang didalam kontainer atau mobil box , tetapi hanya jika penyusunan tersebut dilakukan sebelum mulai berlakunya asuransi ini atau dilakukan oleh Tertanggung atau pegawainya)

    1.4. kerugian kerusakan atau biaya yang disebabkan oleh kerusakan sendiri atau sifat alamiah dari obyek yang diasuransikan

    1.5 kerugian kerusakan atau biaya yang secara proxima disebabkan oleh keterlambatan, walaupun keterlambatan itu disebabkan oleh risiko yang diasuransikan (kecuali biaya yang dapat dibayar berdasarkan Klausul 2 diatas)

    1.6 kerugian kerusakan atau biaya yang timbul dari insolvensi atau kegagalan keuangan pemilik pengelola pencharter atau operator kapal
    1.7 kerugian kerusakan atau biaya yang timbul dari pemakaian senjata perang apapun yang menggunakan tenaga atom atau fisi dan/atau fusi nuklir atau reaksi lain sejenisnya atau kekuatan atau bahan radio aktif

    II. Dalam hal apapun asuransi ini tidak menjamin kerugian kerusakan atau biaya​​ yang timbul dari ketidak-laik lautan kapal atau perahu, ketidak sempurnaan kapal perahu alat angkut kontainer atau mobil box untuk pengangkutan yang aman atas obyek yang diasuransikan, dimana Tertanggung atau pegawainya mengetahui ketidak-laik lautan atau​​ ketidak sempurnaan tersebut, pada saat obyek yang diasuransikan dimuat ke dalamnya​​ 
    II.1 Penanggung mengabaikan setiap pelanggaran persyaratan yang tidak tertulis (implied warranty) mengenai kelaik-lautan kapal dan kesempurnaan kapal untuk mengangkut obyek​​ yang diasuransikan ketempat tujuan, kecuali Tertanggung atau pegawainya mengetahui ketidak-laik lautan atau ketidak sempurnaan tersebut

    III. Dalam hal apapun asuransi ini tidak menjamin kerugian kerusakan atau biaya yang disebabkan oleh :
    III.1 perang perang saudara revolusi pemberontakan pembangkitan rakyat, atau kerusuhan sipil yang timbul daripadanya, atau tiap tindakan yang bersifat permusuhan oleh atau terhadap pihak yang berkuasa

    III.2 perampasan, penyitaan, penangkapan, pembatasan kebebasan, atau​​ penahanan (kecuali pembajakan) dan akibat dari padanya atau percobaan untuk melakukan hal tersebut

    III.3 ranjau torpedo bom atau senjata perang lainnya yang tidak terurus lagi

    IV Dalam hal apapun asuransi ini tidak menjamin kerugian kerusakan atau biaya

    IV.1 yang disebabkan oleh pemogok, pekerja yang terkena penghalangan bekerja, atau orang yang mengambil bagian dalam gangguan buruh, kerusuhan atau huru-hara

    IV.2 yang timbul dari pemogokan, penghalangan bekerja, gangguan buruh, kerusuhan atau huru-hara

    IV.3 yang disebabkan oleh teroris atau orang yang bertindak dengan motif politik.

  • Institute Cargo Clauses (B) / ICC (B)

Jaminan ICC (B) disebut​​ named perils, karena bahaya-bahaya yang dijamin tercantum dalam polis. Yaitu :​​ 

    • Kebakaran dan Peledakan.

    • Kapal​​ kandas atau kapal terbalik.

    • Dalam pengangkutan darat bilamana pengangkutnya keluar dari rel dan terbalik​​ 

(overturning or derailment).

    • Tabrakan kapal.

    • Pembongkaran barang di pelabuhan darurat.​​ 

    • Gempa bumi, letusan gunung berapi, disambar petir.

    • Tindakan​​ General Average.

    • Pembuangan dan terlemparnya barang ke laut.

    • Air laut, danau dan air sungai yang memasuki palka, peti kemas, liftvan, atau tempat penimbunan.

    • Hilang  secara  keseluruhan (totally lost per package) ketika bongkar muat.

    • Biaya penyelamatan General Average.

    • Tanggung gugat dalam tabrakan kapal. 

 

  • Institute Cargo Clauses (C) / ICC (C)

Sama seperti ICC (B), ICC (C) disebut juga dengan named perils. Namun jaminan ICC (C) lebih sempit dari jaminan ICC (B). Jaminan tersebut adalah :

    • Kerugian/kerusakan  yang timbul sebagai akibat dari kebakaran atau peledakan.

    • Kapal terkandas, tenggelam atau terbalik.

    • Alat angkut darat terlepas dari rel dan terbalik.

    • Tabrakan.

    • Pembongkaran barang di pelabuhan darurat.

    • Biaya General Average.

    • Pembuangan​​ barang ke laut.

    • Tanggung gugat akibat tabrakan kapal.

 

 

 

PREMI TIDAK MEMENGARUHI RISIKO TAPI RISIKO MEMENGARUHI PREMI

Premi dalam asuransi​​ pengangkutan barang dihitung dengan mengalikan antara Total Jumlah Pertanggungan dengan besar presentase (suku premi/rate of premium). Besar presentase ini dihitung berdasarkan luas jaminan, besar risiko, jarak perjalanan, pengalaman perusahan asuransi dan lain-lain. Semakin besar risiko atau luas jaminan maka semakin besar premi yang akan dibayar.​​ 

Misal. USD 52.100 X 0.2% = USD 104.20 (premi yang dibayar)

Tidak ada suku premi standar dalam asuransi pengangkutan barang. Sebuah perusahaan asuransi dengan perusahaan asuransinya bisa berbeda dalam menerapkan suku premi. Mungkin Anda bisa​​ browsing​​ atau mencari tahu mana perusahaan asuransi yang menyediakan suku premi lebih murah. Tapi ingat! Keselamatan barang Anda adalah yang utama.​​ 

DEDUCTIBLE

Deductible atau biasa disebut dengan risiko sendiri, yaitu jumlah yang harus ditahan oleh tertanggung pada saat klaim. Perusahaan asuransi menerapkan ini agar Anda berhati-hati dalam menangani barang Anda dan biasanya hanya diterapkan pada polis-polis dengan kondisi All​​ Risks (ICC A).​​ 

Misal, perusahaan asuransi memberikan deductible sebesar Rp 500.000. Ini maksudnya adalah jika ada kerugian (klaim) maka klaim yang dibayar akan dipotong jumlah deductible. Jika Anda klaim sebesar Rp 1.000.000, maka klaim yang akan dibayar​​ sebesar Rp 1.000.000 – Rp 500.000. Jadi, jika ada klaim di bawah atau sama dengan Rp 500.000,- maka perusahaan asuransi tidak akan mengganti kerugian tersebut.​​ 

Jumlah deductible yang terlalu besar akan merugikan Anda dan untuk itu Anda perlu memerhatikannya.  Untuk tertanggung yang mengasuransikan pengangkutan barangnya secara rutin, misal 10 kali pengangkutan tiap minggunya dengan nilai pertanggungan yang berbeda-beda (perusahaan asuransi biasanya akan menanyakan nilai maksimum satu kali pengangkutan dan​​ rata-rata nilai pengangkutan), biasanya perusahaan asuransi akan menetapkan deductible ditambah dengan batas minimum. Contohnya deductible 1% of claim payable, minimum Rp 500.000. Maksudnya adalah jika Anda klaim sebesar Rp 10.000.000, maka klaim yang akan dibayar adalah Rp 10.000.000 – Rp 500.000 = Rp 9.500.000. Pengurangan deductible ditetapkan pada batas minimum yaitu Rp 500.000 karena 1% of claim payable adalah sebesar Rp 100.000 (Rp 10.000.000 x 1%).

Perusahaan asuransi biasanya juga menetapkan deductible dengan penambahan kalimat per any one accident. Contohnya 1% of Total Sum Insured per any one accident. Ini artinya apabila ada klaim yang disebabkan oleh dua kali kejadian atau kecelakaan maka akan ditetapkan dua deductible. Misalnya barang Anda rusak karena badai di kapal kemudian terjadi kecelakaan lagi pada saat bongkar muat dan menyebabkan barang Anda bertambah rusak.​​ 

Ada pula perusahaan asuransi yang menetapkan dengan penambahan kalimat any one claim atau kombinasi keduanya (misal. 1% of Total Sum Insured per any one claim or any one accident). Hal ini maksudnya sama dan sebaiknya Anda menanyakan pada perusahaan asuransi jika ada hal-hal yang belum dipahami.​​ 

Hati-hati jika ada perusahaan asuransi menetapkan deductible dengan presentase dari jumlah pertanggungan kemudian ditambahkan dengan nilai minimum deductible. Contohnya: 1% of Total Sum Insured, Minimum Rp 500.000. Menurut saya penerapan deductible seperti ini sia-sia dan akan membuat bingung tertanggung.​​ 

 

PENCEGAHAN KETERLAMBATAN

 

Jika​​ dalam Polis anda mengatur Lapse ada baiknya anda waspada terhadap sebab sebab ditolaknya klaim yang anda lakukan

Polis asuransi bisa menjadi berubah menjadi lapse, dalam kondisi ini biasanya nasabah tidak lagi bisa mendapatkan manfaat seperti saat​​ pertanggungan berlangsung. Apa yang dimaksud dengan polis lapse? polis lapse adalah suatu kondisi ketika asuransi yang tidak dapat diambil manfaatnya karena statusnya batal atau tidak aktif lagi. Kondisi ini biasanya disebabkan karena premi yang tidak dibayarkan melewati masa tenggang

 

BERAKHIRNYA ASURANSI PENGANGKUTAN DI LAUT

 

  • Tenggang waktu berlakunya telah habis, suatu pertanggungan biasanya diadakan untuk jangka waktu tertentu, misalnya 1 bulan, 2bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun atau jangka waktu yang​​ lebih lama.Jangka waktu ini di tentukan didalam polis

  • Terjadinya peristiwa yang menimbulkan kerugian, didalam polisdisebutkan terhadap peristiwa atau bahaya apa pertanggungantersebut diadakan. Apabila sementara pertanggungan berjalanterjadi peristiwa yang​​ ditanggung itu dan menimbulkan kerugian,penanggung akan menyelidiki apakahtertanggung betul-betul bukankarenakesalahan tertanggung dan sesuai dengan apa yangtelah ditentukan didalam polis. Apabila tertanggung memangmempunyai kepentingan atas benda pertanggungan dan terjadinyaperistiwa yang menimbulkan kerugian itu sesuai denganketentuandi dalam polis dan bukan karena kesalahan tertanggung, makapertanggunganberakhirdandiikutidenganpemberesanpembayaran ganti kerugian berdasarkan tuntutan dari tertanggung. (Pasal 250 KUHD dan 276 KUHD)

  • Pertanggungan berhenti, pertanggungan dapat berakhir apabilapertanggungan berhenti. Berhentinya pertanggungan dapat karenapersetujuan antara kedua belah pihak, atau karena faktor-faktordiluar kemauan para pihak, misalnya karena premi tidak dibayardan ini biasanya di perjanjikan didalam polis. Pertanggunganberhenti karena factor-faktor diluar kemauan para pihak, misalnyaterjadi pemberatan risiko setelah pertanggungan berjalan. (Pasal293 KUHD dan 638 KUHD)

  • Pertanggungan gugur, pertanggungan berakhir karena gugur.Pertanggungan gugur biasanya terdapat didalam pertanggunganpengangkutan. Apabila barang yang akandiangkut diadakanpertanggungan, kemudian tidak jadi diangkut, maka pertanggungangugur. Tidak jadi diangkut itu karena kapal tidak jadi berangkat atau baruakan melakukan perjalanan tetapi dihentikan. Disinipenanggung belum menjalani bahaya (Pasal 635 KUHD)

 

BAGAIMANA ASURANSI BEKERJA?

 

Anda boleh bilang bahwa perusahaan asuransi adalah perusahaan yang aneh karena hidup dari risiko. Tapi perusahaan asuransi punya cara sendiri untuk bertahan. Mari kuberitahu rahasianya.

  • Dengan memanfaatkan Hukum Bilangan Besar (The Law of The Large Number), yang berbunyi: “Semakin banyak risiko yang diambil maka semakin sedikit risiko yang akan terjadi.”​​ 

Jika perusahaan asuransi menutup risiko kebakaran atas satu rumah, maka itu artinya kemungkinan terjadinya kebakaran hanya pada satu rumah itu. Lain halnya jika perusahaan asuransi menutup 1000 rumah atas risiko kebakaran yang masing-masing tersebar di beberapa wilayah di Bekasi. Maka jika terjadi kebakaran pada satu rumah di kelurahan A tidak akan berpengaruh pada rumah di kelurahan B (kecuali terjadi gempa bumi dahsyat). Mudah bukan? Dan inilah salah satu alasan mengapa perusahaan asuransi mencari banyak klien.

 

  • Perusahaan Asuransi memilih dan memilah risiko.

Perusahaan asuransi tidak akan menutup risiko yang sudah pasti terjadi atau risiko yang tidak aman. Seperti​​ Anda keluar rumah saat mendung tidak membawa payung. Anda pasti akan basah jika hujan nanti. Perusahaan asuransi selalu mengantisipasi terjadinya risiko dengan pengamanan terlebih dulu. Bahkan perusahaan asuransi lebih dari sekedar mensyaratkan Anda membawa payung, Anda pula harus memakai jas hujan dengan resleting yang baik, sepatu bot dan sarung tangan plastik. Jika Anda masih basah karena hujan setidaknya itu bukan kelalaian Anda. Dalam istilah asuransi inilah yang biasa dinamakan dengan proses​​ Underwriting. Sedangkan orang yang melakukan​​ underwriting​​ dinamakan​​ Underwriter.​​ 

Dari sini, bisakah Anda membedakan antara asuransi dengan judi?

 

  • Reasuransi

Mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana sebuah perusahaan asuransi mampu melindungi sebuah pabrik yang​​ bernilai ratusan milyar rupiah. Ternyata perusahaan asuransi punya dekengan di belakangnya. Ya, namanya Perusahaan Reasuransi. Karena perusahaan asuransi mempunyai kapasitas (kemampuan) terbatas dalam menampung risiko, maka kelebihan risiko tersebut dilimpahkan kepada perusahaan reasuransi.​​ 

Itulah tiga alasan mengapa perusahaan asuransi dapat bertahan dan alasan mengapa Anda memercayakan perlindungan Anda kepada perusahaan asuransi.​​ 

Sumber :​​ 

https://mciclub.wordpress.com/,​​ Abdulkadir Muhammad,Op. Cit., h. 123​​