DASAR DASAR EKSPOR

dasar - dasar ekspor

Bicara tentang ekspor maka ta lepas dari definisi atau kebijakan yang mengatur ekspor itu sendiri, oleh karena itu sebelum membahas secara detail tentang ekspor baiknya kita kita kupas satu persatu tentang definisi ekspor dan kebijakan yang ada didalamnya.

Dikutip dari UU Kepabeanan Ekspor adalah definisi kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean sementara unsur unsur apa yang terkait didalamnya ? yuk kita bahas satu persatu

dasar - dasar ekspor

1. Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku undang-undang kepabeanan

2. Eksportiradalah seseorang atau badan atau perusahaan atau instansi yang melakukan kegiatan penjualan, pengiriman dan/atau pengeluaran barang atau produk dari batas wilayah suatu negara ke negara yang lain

3. Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, baik bergerak maupun tidak bergerak, dapat dihabiskan maupun tidak dapat dihabiskan yang dapat untuk diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan

4. Barang bebas ekspor adalah barang yang tidak termasuk dalam kelompok barang dibatasi ekspor dan barang dilarang ekspor

5. Barang dibatasi ekspor adalah barang yang dibatasi ekspornya, baik jenis dan atau jumlah yang diekspor

6. Barang dilarang ekspor adalah barang yang tidak boleh diekspor Mengenai detail barang yang masuk kedalam kategori dibatasi maupun dilarang diatur lebih lanjut oleh Peraturan menteri

Kemudian siapa sih yang diijinkan untuk melakukan ekspor ?

Ekspor dapat dilakukan oleh orang perorangan, lembaga maupun badan usaha baik berbentuk badan hukum maupun tidak berbadan hukum dengan catatan mereka harus memenuhi persayaratan sebagaimana diatur oleh peraturan menteri.

Setelah kita bahas tentang definisi dan perijinan, apa yang harus dilakukan seorang eksportir jika perizinan telah lengkap dan barang yang diekspor bukan kategori barang yang dilarang maupun dibatasi ? yang harus dilakukan seorang eksportir ketika legalitas ekspor telah terpenuhi ada baiknya mereka melakukan kontak ke pihak buyer tentang dokumen apa saja yang nantinya mereka butuhkan, hal ini bertujuan agar setelah barang terkirim diharapkan tidak ada lagi perselisihan tentang dokumen atau yang lainnya..

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana dengan system pembayaran yang lazim digunakan ?

Pada prinsipnya pembayaran internasional bisa dilakukan dengan berbagai cara dan metode tetapi kali ini kami akan bahas beberapa instrumen pembayaran yang sering digunakan oleh pengguna jasa kepabeanan:

1. Pembayaran kontan adalah pembayaran yang dilakukan dengan menggunakan uang fisik secara langsung. Itu artinya, pembayar menyerahkan uang saat terjadi pembelian barang. Bisa dengan rupiah, maupun berbagai mata uang lain. Selama kita memberikan uang secara langsung kepada penjual

2. Telegraphic Transfer (T/T). Telegraphic Transfer adalah perintah pembayaran yang dikirimkan melalui telegram atau telex dari bank dalam negeri ke bank korespondennya di luar negeri

3. Wessel, secara teknis anda tinggal datang ke bank kemudian anda tinggal sampaikan keinginan anda menggunakan wesel dalam transaksi perdagangan yang anda jalankan disini nantinya pihak bank dalam negeri akan mengeluarkan surat perintah pembayaran kepada bank di luar negeri sesuai dengan tujuan, jumlah uang, dan nama orang yang tertulis di dalam wesel

4. Letter of Credit. Pada transaksi ekspor/impor, penjual dan pembeli lebih suka membayar transaksi perdagangan dengan menggunakan Letter of Credit (L/C). L/C adalah sebuah instrumen yang dikeluarkan oleh bank atas nama salah satu nasabahnya, yang menguasakan seseorang atau sebuah perusahaan penerima

5. Sistem pembayaran kemudian, pada sistem ini, Anda tidak akan membayar apapun, sebelum barang dikapalkan dan sebelum barang diterima. Cara ini hanya dapat dilakukan jika terjadi kesepakatan dari kedua belah pihak

prosedur ekspor

Instrumen tersebut menarik wesel atas bank yang bersangkutan atau atas salah satu bank korespondennya berdasarkan kondisi-kondisi yang tercantum pada instrumen itu. Eksportir terjamin akan pembayarannya bila ia memenuhi persyaratan yang diminta oleh importir, demikian pula importir. Transaksi pembayaran yang dilakukan dengan membuka L/C terdiri dari:

1. Sistem L/C biasa.Importir langsung membayar sesuai dengan harga barang-barang yang akan diimpor kepada eksportir luar negeri melalui bank yang ditunjuk.

2. Sistem Industrial L/C.Untuk meningkatkan industri dalam negeri dapat diciptakan Industrial L/C, impor barang industri secara cepat yang tidak dipakai untuk barang konsumsi.

3. Red Clause L/C. Letter of Credit yang mensyaratkan Red Clause adalah di mana L/C tersebut mencantumkan instruksi kepada Advising Bank untuk melaksanakan pembayaran sebagian dari jumlah L/C kepada eksportir sebelum mengapalkan barang- barang ekspornya.

4. Usance L/C (berjangka).Perdagangan dengan sistem pembayaran L/C berjangka (Usance-L/C) adalah salah satu cara perdagangan yang memungkinkan pihak pembeli dan pihak penjual melakukan transaksi perdagangannya dengan mempergunakan jasa perbankan. Jasa perbankan tersebut berupa pembukaan L/ C (Letter of Credit) oleh bank atas permintaan pihak pembeli (importir).

Atas dasar pembukaan L/C tersebut pihak penjual (eksportir) berhak atas suatu jumlah tagihan pada bank, yang besarnya sesuai dengan apa yang tercantum dalam dokumen. Hanya saja jatuh tempo pembayaran tersebut ditunda sesudah melewati jangka waktu tertentu.

Ada baiknya seorang eksportir meminta bantuan pihak ketiga untuk membantu administrasi pengurusan, adapun fungsi pihak ketiga ini bisa berupa perusahaan ekspedisi (untuk mengatur teknis pengiriman ) , atau Konsultan Ekspor Impor / kepabeanan (yang bisa mengatur secara keseluruhan) hal ini menjadi penting mengingat arahan yang nantinya diterima bukan hanya untuk kebutuhan sesaat melainkan juga untuk kebutuhan yang akan datang sebagaimana kita ketahui dalam proses kepabeanan terdapat Audit Kepabeanan guna menguji kepatuhan.

Pengguna Jasa Kepabeanan terhadap tatalaksana peraturan perundangan undangan yang diterapkan, manfaat lain dengan adanya pendampingan ini Pengguna jasa kepabeanan juga dapat memperoleh arahan untuk mendapatkan fasilitas kepabeanan atas proses importasi yang mereka jalankan dan tentunya dengan memenuhi persyaratan persyaratan yang telah ditetapkan

intrafa.com

Read Next

DASAR DASAR IMPOR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *